
BBT mentargetkan untuk menyediakan klien kami dengan pelayanan dari ujung-ke-ujung terkait produk berbahan minyak bumi, melalui fasilitas yang lengkap dan nyaman di terminal kami. Mulai dari impor, produksi, sampai dengan pendistribusian, kami menawarkan fleksibilitas untuk kebutuhan Anda.
Salah satu fasilitas terpenting dalam terminal - fasilitas blending kami memungkinkan tercampurnya komponen minyak secara homogen.
Peraturan pemerintah mewajibkan bahan bakar diesel dicampur dengan persentase tertentu FAME (Fatty Acid Methyl Esters) untuk menghasilkan biodiesel sebelum didistribusikan ke pasar. Program biodiesel diberlakukan di Indonesia pada tahun 2008, dimulai dengan campuran wajib FAME sebesar 2.5%, atau B2.5. Rasio biodiesel secara bertahap ditingkatkan selama bertahun-tahun – B7.5 (2010), B10 (2014), B15 (2015), B20 (2016), B30 (2020), dan saat ini, B35 pada tahun 2023.
Tangki penyimpanan BBT dilengkapi dengan mixer in-line modern untuk menyatukan dua komponen ini secara homogen. Fasilitas yang adaptif ini memungkinkan BBT untuk segera bereaksi terhadap perubahan peraturan pemerintah dan memenuhi persyaratan sesuai dengan kebutuhan pasar.
BBT menawarkan layanan pencampuran sesuai dengan formulasi yang diinginkan. Dengan kapasitas per tahun sebesar 80.000 MT, kami siap melayani dalam jumlah kecil dan besar.
Sebagian besar pendistribusian produk minyak di industri nasional sangat bergantung kepada produk impor. BBT telah memimpin bisnis perminyakan berkat jaringan distribusi yang kuat serta reputasi atas keandalan produk dan kepuasan pelanggan, dan hal ini terbukti melalui pertumbuhan yang pesat pada beberapa tahun terakhir.
Sebagian besar pendistribusian produk minyak di industri nasional sangat bergantung kepada produk impor. BBT telah memimpin bisnis perminyakan berkat jaringan distribusi yang kuat serta reputasi atas keandalan produk dan kepuasan pelanggan, dan hal ini terbukti melalui pertumbuhan yang pesat pada beberapa tahun terakhir.
Pabrik pengisian aspal BBT dirancang dengan sistem semi-otomatis – metode terkomputerisasi digunakan untuk fase yang membutuhkan akurasi seperti kuantitas produk, tetapi pemeriksaan manual diterapkan untuk fase terperinci seperti penyegelan drum dan bag. Pabrik ini terletak berdekatan dengan gudang kami yang luas, sehingga pengangkutan barang sangat minim untuk efisiensi yang maksimum.
Blending plant ini digunakan untuk produksi Aspal Modifikasi Polimer (PMA) dan emulsi aspal.
BBT bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan aspal berpengalaman untuk mengembangkan formulasi PMA yang ideal. PMA memiliki karakteristik untuk memberikan ketahanan rutting yang lebih baik, lebih sedikit retak dan daya tahan yang lebih lama. Semua manfaat ini diterjemahkan menjadi pemeliharaan yang lebih efektif and pengurangan biaya perawatan.
Melengkapi fasilitas gudang kami, PLB (atau gudang berikat) memungkinkan kegiatan impor/ekspor yang lancar dan tidak rumit.
Sebagai terminal terintegrasi, BBT berupaya memberikan kemudahan dan efisiensi bagi semua pelanggan kami. Dengan fasilitas PLB, gudang berikat kami diizinkan untuk berfungsi sebagai titik transit sebelum distribusi lebih lanjut, baik kegiatan masuk (impor) atau keluar (ekspor) dari Indonesia.
Pemerintah memperkenalkan kebijakan ini pada tahun 2015 dalam upaya untuk meningkatkan lingkungan ekonomi nasional melalui peningkatan efisiensi dalam hal ketersediaan bahan baku, penyaluran material dan logistik yang lebih baik di seluruh Indonesia. Untuk bisnis, beberapa keuntungan PLB termasuk berkurangnya waktu tunggu, penundaan biaya bea cukai dan pajak, serta skema pembayaran parsial.
Copyright © 2025 PT. Baria Bulk Terminal. All Rights Reserved.